Kerjasama Akademik Kampus Lintas Agama: FAI Unwahas dan Fakultas Teologi UKSW Siapkan Kolaborasi Tri Dharma

Salatiga — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang dan Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga menggelar diskusi dan persiapan penandatanganan kerjasama akademik pada Selasa (5/2/2026) di Kantor Dekan Fakultas Teologi UKSW.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang telah terjalin di tingkat universitas antara Unwahas dan UKSW. Diskusi difokuskan pada perumusan kerjasama konkret di tingkat fakultas, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dekan Fakultas Agama Islam Unwahas, Dr. Iman Fadhilah, menjelaskan bahwa FAI Unwahas memiliki tujuh program studi yang menopang pengembangan Pendidikan Agama Islam dan kajian keislaman yang kontekstual. Selain itu, FAI juga didukung oleh lembaga riset strategis.

“Selain program studi, Fakultas Agama Islam Unwahas memiliki Centre for Research on Muslim Societies (CRMS) sebagai pusat pengembangan riset dan kajian masyarakat Muslim. Lembaga ini kami dorong untuk terlibat aktif dalam kerjasama lintas kampus,” ujar Dr. Iman Fadhilah.

Direktur CRMS Unwahas, Dr. Tedi Kholiludin, menegaskan bahwa kerjasama lintas iman sangat penting untuk memperkaya perspektif akademik dalam studi agama.

“Kerjasama ini membuka ruang dialog ilmiah yang sehat. Studi Islam, Kristen, dan agama-agama tidak hanya dibicarakan secara normatif, tetapi diuji dan diperkaya melalui perjumpaan akademik yang setara,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teologi UKSW, Prof. Izak Y.M. Lattu, menekankan pentingnya menjaga nuansa akademik yang inklusif dalam studi agama. Ia mendorong agar ruang kelas menjadi tempat dialog langsung lintas iman.

“Kami ingin mempertahankan tradisi akademik yang terbuka. Mahasiswa non-Kristen sangat kami dorong untuk bergabung dalam program Magister maupun Doktor Sosiologi Agama di UKSW, karena dialog terbaik sering kali lahir dari bangku perkuliahan,” kata Prof. Izak.

Dalam diskusi tersebut juga dibahas kemungkinan kerjasama Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk pertukaran dosen dalam kegiatan mengajar, dosen tamu, pengujian tesis dan disertasi, serta kolaborasi penelitian nasional dan internasional.

Direktur Center for the Study of Religion and Christian-Muslim Relations (CSR-CMR) UKSW, Sumanto Alqurtuby, Ph.D., menyampaikan kesiapan lembaganya untuk melibatkan Unwahas dalam berbagai program akademik.

“CSR-CMR terbuka untuk kolaborasi riset, seminar, dan jejaring internasional. Kerjasama dengan Unwahas sangat relevan, terutama dalam kajian relasi Kristen–Muslim dan dinamika keagamaan di Indonesia,” ungkapnya.

Prof Izak Lattu menambahkan bahwa keterlibatan lintas iman dalam studi sosiologi agama akan memperkuat kedalaman analisis akademik. Keberagaman latar belakang mahasiswa justru menjadi kekuatan dalam membaca realitas sosial-keagamaan secara lebih komprehensif.

Diskusi santai tersebut sampai pada satu ide yang secara spontan terlontar, yakni pengembangan program double degree di tingkat magister antara Unwahas dan UKSW. Kedua belah pihak sepakat bahwa gagasan double degree ini menarik dan strategis. Tentu perlu kajian legal dan teknis lebih lanjut, tetapi ini menunjukkan keseriusan kedua fakultas dalam membangun kerjasama jangka panjang.

Penandatanganan kerjasama tingkat fakultas direncanakan akan dilaksanakan pada April 2026. Sambil menunggu proses formal tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk segera memulai diskusi dan kegiatan akademik bersama guna mempertajam arah keilmuan dan memperkuat jejaring lintas iman. Kerjasama ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan studi agama-agama, pendidikan agama, sosiologi agama, serta penguatan relasi Islam–Kristen di Indonesia dan tingkat global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *